Ekspor Gulungan Baja Panas Tiongkok Tunjukkan Ketahanan di Tengah Gesekan Perdagangan
Meskipun meningkatnya proteksionisme perdagangan global dan langkah-langkah antidumping yang intensif di pasar-pasar utama, Tiongkok Kumparan canai panas Ekspor masih menunjukkan ketahanan yang kuat melalui strategi yang fleksibel. Data terbaru menunjukkan bahwa volume rencana ekspor baja canai panas domestik pada bulan Desember mencapai 1,157 juta ton, meningkat 8,4% secara bulanan, dan tren pabrik baja yang melesat untuk memenuhi target ekspor tahunan di akhir tahun sangat luar biasa.
Iklim ekspor baja canai panas Tiongkok semakin ketat pada tahun 2025. Pasar tradisional seperti Vietnam dan Korea Selatan secara berturut-turut telah menerapkan langkah-langkah antidumping: Vietnam mengenakan bea masuk antidumping sebesar 23,10% hingga 27,83% untuk baja canai panas lebar dan meluncurkan investigasi anti-circumvention, sementara Korea Selatan mengenakan bea masuk antidumping sebesar 27,91% hingga 34,10% untuk pelat berat baja canai panas yang relevan. Akibat dampak ini, ekspor baja canai panas kumulatif Tiongkok dari Januari hingga September menurun sebesar 17,7% secara tahunan.
Menghadapi hambatan perdagangan, perusahaan-perusahaan domestik telah merespons secara aktif: model transshipment Asia Tenggara terus berkembang pesat. Meskipun transshipment melalui hub seperti Port Klang di Malaysia dan Singapura membutuhkan biaya tambahan sebesar 70 hingga 90 dolar AS per ton, hal ini tetap memiliki keuntungan ekonomi dibandingkan dengan bea anti-dumping, sehingga membantu perusahaan mempertahankan pelanggan inti.
Meskipun transshipment jangka pendek mengurangi tekanan, perusahaan-perusahaan mempercepat penataan pasar jangka panjang. Pasar-pasar berkembang seperti Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Selatan telah menjadi mesin pertumbuhan baru. Permintaan infrastruktur di negara-negara Timur Tengah seperti Arab Saudi kuat, peluncuran proyek infrastruktur skala besar di banyak negara Afrika telah mendorong lonjakan tajam impor baja, dan permintaan di Amerika Selatan juga meningkat secara bertahap. Dalam hal distribusi regional, volume rencana ekspor pabrik baja Timur Laut tetap tinggi bulan ini, sementara volume pabrik baja Tiongkok Timur, Tiongkok Utara, dan Tiongkok Selatan tetap stabil.
Peningkatan struktur produk juga merupakan kunci untuk mengatasi situasi ini: perusahaan telah meningkatkan investasi dalam R&D dan ekspor baja khusus kelas atas, sekaligus mengekspor produk setengah jadi seperti billet baja untuk menghindari tarif. Dari Januari hingga September 2025, ekspor billet baja Tiongkok melonjak 214% year-on-year, dan beberapa di antaranya diangkut ulang setelah diproses di Asia Tenggara, membentuk rantai perdagangan baru.
Para pelaku industri menganalisis bahwa ketahanan ekspor baja canai panas Tiongkok berasal dari tiga faktor pendukung utama: pertama, meningkatnya keinginan ekspor akibat penyesuaian pasokan dan permintaan domestik, dan menurunnya permintaan properti yang mendorong pabrik baja untuk beralih ke pasar internasional; kedua, keunggulan biaya yang signifikan. Per 27 Oktober, harga ekspor baja canai panas (FOB) Tiongkok masing-masing 130 dolar AS per ton lebih rendah daripada harga impor Uni Eropa dan Amerika Serikat; ketiga, perusahaan memiliki strategi respons yang fleksibel, dan efek diversifikasi tata letak telah terlihat sejak awal.








